Selasa, 19 Oktober 2010

Mitos Kesuksesan

Kita sering terjebak dengan anggapan-anggapan keliru atau mitos tentang kesuksesan. Banyak orang berdalih bahwa dia tidak bisa sukses karena tidak memiliki modal, tidak berbakat, tidak mendapatkan peluang, dan tidak memiliki pengethauan (skill). Sesungguhnya empat hal tersebut hanyalah mitos kesuksesan yang perlu kita cermati algi. Kenyataannya kesuksesan lebih ditentukan oleh perjuangan kita, dibandingkan oleh modal, bakat, talenta, maupun pengetahuan.



Modal bukanlah faktor utama. Banyak anak orang kaya mendapatkan modal yang berlimpah-limpah dari orang tuanya untuk memulai sebuah bisnis. Apakah  itu jaminan bahwa orang tersebut pasti sukses? tentu saja tidak. bahkan kita sering mendengar pernyataan ini " Semakin banyak modal yang dikucurkan semakin banyak kerugian yang timbulkan"

Bakat tidak pernah cukup. Talent is never enough. Banyak orang didunia berbakat, meski demikian tidak semua orang dari orang yang berbakat menjadi orang sukses. Bakat perlu diasah, untuk bisa sukses kita perlu lebih dari sekedar bakat, kita perlu latihan, kedisiplinan, keuletan, dan perjuangan keras untuk mewujudkannya

Peluang tidak selalu berhasil diwujudkan. Peluang mungkin membuka pintu bagi kita, tapi apakah pintu tersebut membawa kita kepada keberhasilan tergantung bagaimana kita berjalan melalui pintu tersebut. Howard Hendricks pernah berkata " Jangan taruh telur yang hidup dibawah ayam yang mati" itu peluang di tangan orang tidak memiliki hasrat untuk sukses.

Pengetahuan tidak selalu merupakan aset. Pengetahuan adalah aset, itu benar. Namun jika pengetahuan tersebut tidak digunakan, maka hal itu sama saja memiliki aset yang tak berguna. Banyak orang memiliki pengetahuan dan skillfull, namu tanpa attitude serta semangat yang tinggi untuk meraik kesuksesan, maka semuanya itu tidak ada artinya.

Lagi aku melihat dibawah matahari bahwa kemengan perlembaanm bukan untuk yang cepat dan keunggulan perjuangan bukan untuk yang kuat.. Pengkhotbah 9:11.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar